Detail Berita
KKP RI Serahkan Bantuan Bibit Ikan Beserta Sarana Dan Prasarana Perikanan
Senin, 03 Agustus 2026 13:26
Admin DKPP
Di Tambak Ikan Siguhung, Kecamatan Lubuk Basung, Sabtu (1/8), Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menyerahkan bantuan benih ikan, pakan, coolbox, jaring insang monofilamen, sekaligus melakukan penebaran benih ikan secara simbolis bersama Pemerintah Kabupaten Agam.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal KKP, Dr. Ir. Andy Artha Donny Oktopura, menyampaikan bahwa kunjungannya bertujuan memastikan percepatan rekonstruksi dan operasionalisasi kembali kegiatan budidaya, penangkapan, hingga pengolahan hasil perikanan di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Agam.
"Kami telah berdiskusi bersama Pemerintah Kabupaten Agam dan bersepakat untuk berbagi peran antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan sektor perikanan. Harapannya, para pelaku usaha yang terdampak dapat segera kembali menjalankan aktivitas usahanya sehingga roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak," ujarnya.
Berdasarkan hasil validasi bersama Pemerintah Kabupaten Agam, KKP menargetkan 100 persen operasionalisasi kolam budidaya yang mengalami kerusakan ringan seluas sekitar 94 hektare hingga September 2026. Untuk mendukung target tersebut, KKP memberikan bantuan satu unit ekskavator yang operasionalnya didukung Pemerintah Kabupaten Agam guna mempercepat rehabilitasi kawasan kolam budidaya.
Selain itu, pada akhir September 2026 KKP juga akan menyalurkan bantuan benih ikan dan pakan sebagai input produksi bagi pembudidaya agar kegiatan usaha dapat segera kembali berjalan.
Pada sektor perikanan tangkap, KKP akan menyalurkan 60 unit alat penangkapan ikan kepada nelayan terdampak, khususnya di kawasan Danau Maninjau. Bantuan tersebut diharapkan mampu mengembalikan produktivitas nelayan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, pada sektor pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, KKP menyerahkan bantuan berupa peralatan pengolahan hasil perikanan dan cool box untuk mendukung kualitas dan pemasaran produk. Selain bantuan jangka pendek, rehabilitasi unit pengolahan ikan serta pengembangan sentra pengolahan produk perikanan di Kabupaten Agam juga telah masuk dalam perencanaan KKP pada tahun 2027–2028.
Menurut Sekjen KKP, seluruh program tersebut merupakan bagian dari sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi.
"Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak dapat kembali berproduksi, kembali bekerja, dan perekonomian di Kabupaten Agam dapat pulih lebih cepat melalui sektor perikanan," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, M.M. menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Pusat terhadap proses pemulihan di Kabupaten Agam.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan beserta jajaran. Kehadiran langsung Bapak Sekretaris Jenderal di Kabupaten Agam merupakan bentuk perhatian yang luar biasa. Bantuan ekskavator, benih ikan, pakan, alat penangkapan ikan, cool box, dan berbagai sarana pendukung lainnya akan sangat membantu masyarakat kami yang terdampak untuk kembali berproduksi dan menggerakkan roda perekonomian," ungkap Bupati.
Bupati menambahkan, dukungan lintas kementerian menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Pusat dalam mempercepat pemulihan Kabupaten Agam pascabencana.
"Sebelumnya kami telah menerima kunjungan dan dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum, dan hari ini Kementerian Kelautan dan Perikanan hadir dengan berbagai program nyata untuk masyarakat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang telah memberikan perhatian besar kepada Kabupaten Agam dengan mengarahkan kementerian dan lembaga untuk bersama-sama mempercepat proses pemulihan. Dengan kolaborasi yang terus terjalin, kami optimistis berbagai sektor yang terdampak dapat dipulihkan secara bertahap sehingga kehidupan dan perekonomian masyarakat kembali normal," tutup Bupati.
Melalui kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kabupaten Agam, diharapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi sektor perikanan dapat berjalan lebih cepat serta mampu meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan, nelayan, dan pelaku usaha pengolahan hasil perikanan sebagai bagian dari upaya membangun kembali perekonomian daerah secara berkelanjutan